24 Jam di Melaka

Melaka adalah salah satu kota yang punya banyak cerita sejarahnya, terbukti dari banyaknya museum yang ada di kota ini. Tidak hanya museum, setiap tempat dan bangunan disini juga punya cerita, kota ini juga menarik perhatian wisatawan karena gaya arsitektur kunonya yang masih dipertahankan hingga saat ini.

Saya dan Giga punya kesempatan untuk mengunjungi dan ini pertama kalinya untuk kami mengunjungi Melaka. Sayangnya, kami hanya punya waktu kurang lebih 24 jam karena tiba di Melaka pada sore hari dan besok paginya kami harus sudah berangkat ke Singapura.

Christ Church, Melaka

Pertama, tempat yang paling ikonik dan harus dikunjungi di Melaka adalah Christ Church atau yang biasa disebut dengan Gereja Merah. Gereja ini adalah peninggalan dari jaman Belanda, untuk saat ini Gereja masih aktif digunakan dan dipinggir-pinggir bangunannya jadi pasar penjual souvenir.

 

Didepan Gereja terdapat becak-becak yang biasa digunakan wisatawan untuk mengelilingi kota. Nanti si becaknya bawa kami ke tempat-tempat bersejarah seperti museum-museum yang ada disekitaran Gereja. Untuk menaiki becak ini, saya mengeluarkan RM25 (sekitar Rp.80.000), harga tersebut cukup terjangkau karena kami dibawa ke lebih dari lima tempat bersejarah, lalu sopir becak juga bisa menjelma jadi guide yang menceritakan setiap sejarah dari tempat yang dikunjungi dengan bahasa melayu pula. Kalo malam becak ini punya lampu-lampu dan dekorasi yang unik plus dipasang musik yang super keras haha
Salah satu museum yang kami kunjungi di sekitaran Sungai Melaka
LOL 

Lalu tempat yang gak kalah populernya adalah sungai yang membelah kota ini, apalagi namanya kalau bukan Sungai Melaka (Malacca River). Sungai ini juga menjadi tujuan utama para wisatawan setiap datang ke kota ini, sungai ini punya kelebihan sendiri yaitu cukup bersih, tidak berbau dan dipinggirannya sangat teratur padahal terletak dijantung kota yang biasanya kita jumpai di kota-kota lain pasti jorok dan tidak terurus.

Sungai ini juga menjadi sangat penting karena perannya, terlebih pada saat jaman Belanda dan Portugis dulu. Kamu bisa menyusuri sungai ini untuk melihat sisi lain dari Melaka, waktu yang paling pas untuk jalan-jalan disekitar sungai yaitu sore-sore (jam 15.00-17.30) karena tidak panas dan bisa lihat sunset.

Kamu juga bisa mengunjungi Hard Rock Cafe Melaka yang letaknya tidak jauh dari Sungai ini dan berada di pusat kota. Kamu bisa beli souvenir seperti kebanyakan orang yang mengunjungi Hard Rock dibelahan negara lainnya ataupun sekedar ngopi-ngopi sambil lihat pemandangan pusat kota Melaka.
Pardon our faces 😀

Sebenarnya Melaka justru dikenal dengan kulinernya yang enak-enak, tapi sekali lagi sayang banget karena kami hanya punya waktu sebentar dan tidak bisa mencoba semua kuliner yang enak dan terkenal di Melaka. Tapi kami sempat mencoba creamy puffs yang kurang lebih mirip dengan kue sus  yang teksturnya halus dan isinya krim Durian di Taste Better, rasanya super enak dan kebetulan banget saya penggemar berat Durian :D.

Lalu, ada tempat yang terkenal banget untuk sarapan di Jalan Hang Jebat yaitu Jonker 88. Disini banyak makanan otentik Melaka seperti Laksa, Nasi Lemak, Cendol dan Fish Cake. Rata-rata harganya juga terjangkau (tidak lebih dari Rp.100.000), yang paling berasa otentiknya karena tempat ini berada dibangunan tua dan semua interiornya juga dibuat tetap kuno serta otentik.
Yang terakhir dan pastinya tidak bisa dilewatkan yaitu jalan-jalan di Jonker Street. Jalan yang paling terkenal di Melaka ini menjadi salah satu ikon setelah Sungai Melaka dan Gereja Merah. Disepanjang jalan ini kamu bisa mampir ke cafe-cafe atau restoran yang bergaya kuno, atau lihat souvenir lucu-lucu yang bisa dijadikan oleh-oleh. Sayang sekali kami kesini bukan pada saat akhir pekan, karena pada akhir pekan Jonker Street berubah menjadi pasar malam yang menjual berbagai macam street food (jajanan kaki lima) disepanjang jalan ini. Pasar malam di Jonker Street buka setiap Jumat sampai Minggu, dari jam 18.00 sampai dengan jam 23.00.
Untuk mengelilingi kota ini, selain becak kamu juga bisa naik bus yang tersedia di beberapa halte tertentu. Sangat mudah menggunakan bus di kota ini, aman dan pastinya lebih ekonomis.
Mungkin hal-hal diatas bisa kamu lakukan saat pertama kalinya mengunjungi Melaka. Saya senang banget bisa datang ke kota ini meskipun cuma sebentar, kalau punya kesempatan lagi saya pasti ingin banget datang kesini lagi karena selain kota ini punya banyak makanan yang super enak, kota ini juga sangat identik dengan sejarah dan saya suka banget education trip karena membawa nilai plus untuk diri saya 😀
Melaka dapat ditempuh dari Kuala Lumpur, Singapura atau langsung dari beberapa kota yang tersedia di Indonesia. Namun saya mencapai Melaka melalui Kuala Lumpur, berikut adalah cara mengunjungi Melaka dari Kuala Lumpur, kamu bisa baca post saya disini Road Trip : KL – Malacca – Sin.

Related Posts

1 Response

Leave a Reply