Antusiasme Masyarakat di Semarang Night Carnival 2016

Hari Sabtu lalu di awal bulan Mei, tepatnya tanggal 7, Kota Semarang sangat ramai dipadati pengunjung. Bukan karna efek long weekend yang membuat ramai, tapi disalah satu kawasan yaitu Kota Lama diadakan Semarang Night Carnival 2016. Saya bukan kebetulan datang kesini, tapi sengaja dan sudah dipersiapkan sejak lama dari Bandung untuk mengunjungi SNC ini. Lebih senangnya lagi, saya dan teman-teman dari Travel Blogger diundang khusus oleh Walikota Semarang yaitu Bapak Hendrar Prihadi yang super baik dan ramah. Perlu diluruskan bahwa saya dan teman-teman diundang oleh beliau atas dasar untuk mempromosikan pariwisata khususnya di Kota Semarang yang belakangan ini sedang giat dilakukan oleh masyarakat maupun pemerintah Kota Semarang. Dengan senang hati dan bangga, saya menghadiri acara tersebut bersama 19 teman saya sesama Travel Blogger.
Semarang untuk saya adalah kota yang sangat berpotensi besar dalam bidang pariwisatanya. Karena Semarang punya banyak sejarah yang bisa digali dan didapat oleh para wisatawan. Bisa saya rasakan ketika saya berada ditempat-tempat ikonik di sudut-sudut kota ini yang punya cerita berbeda-beda. Begitu juga dengan Kota Lama yang menjadi pusat keramaian pada malam itu. Mulai dari Gereja Bata Merah sampai Jembatan Mberok menjadi wilayah yang dilalui oleh penampilan pawai SNC. Saya juga sudah merasakan keantusiasan masyarakat Semarang dalam menyambut acara ini, dari sore hari sudah banyak masyarakat yang memadati area Kota Lama, kepadatan ini memuncak sampai malam hari ketika rombongan Pak Wali hadir ditengah-tengah kami. SNC juga tidak hanya dihadiri oleh Bapak Walikota, namun ada Wakil Walikota Semarang, Anggota DPR RI Komisi 10, Ketua Dinas Pariwisata Jawa Tengah dan seluruh jajarannya. Disitu Pak Wali mendatangi kami para Blogger yang sudah tidak sabar ingin menjabat tangannya, dan disitu pula pertama kalinya saya bertemu. bersapa dan berjabat tangan dengan Beliau.
Semarang Night Carnival adalah sebuah perhelatan budaya yang diadakan setiap tahun dan menjadi rangkaian acara Hari Ulang Tahun Kota Semarang. Di tahun 2016, Kota Lumpia ini merayakan hari jadinya yang ke-469 tahun. Ribuan masyarakat Semarang tumpah ruah di Kota Lama dan sangat antusias dengan acara ini, mereka rela berdesakan untuk melihat seluruh rangkaian acara dari SNC. Selain kehadiran Pak Wali, acara ini pun diramaikan oleh band lokal, pawai kostum unik yang mengusung tema “Fantasi Warak Ngendog”, marching band oleh PIP (Politeknik Ilmu Pelayaran) Kota Semarang dan ditutup oleh pertunjukan dari Jepara Fashion Carnaval.
Pembukaan SNC 2016 diawali dengan penekanan tombol sirine yang dilakukan oleh Pak Wali dan jajarannya. Dalam sambutan singkatnya, Pak Wali menyapa kami para Blogger dan memberi pesan singkat kepada kami (dan semua masyarakat Indonesia) untuk sama-sama mempromosikan pariwisata Kota Semarang. Lalu beliau juga bercerita bahwa perhelatan ini sudah diadakan sejak tahun 2011, dan terus berjalan setiap tahunnya. Tidak hanya berjalan, SNC dari tahun ketahun juga semakin ramai dikunjungi oleh masyarakat lokal sampai dengan wisatawan mancanegara. Saya pun sempat melihat beberapa wisatawan mancanegara yang berkeliaran disekitar area acara.
Dalam Semarang Night Carnival tahun ini, Pak Wali menjelaskan mengenai tema yang diangkat yaitu Fantasi Warak Ngendog, yaitu legenda fauna mistis yang berasal dari Semarang. Fauna tersebut berbentuk hewan yang menggambarkan akulturasi kebudayaan Semarang dengan bentuk kepala seperti Naga yang merupakan simbol Tiongkok dengan badan berbentuk Buroq seperti dari Arab dan kakinya yang berbentuk Kambing yang merupakan simbol Jawa. Dari situ dapat dilihat bahwa budaya yang terdapat di Kota Semarang dari zaman dulu sampai dengan sekarang saling berkaitan dengan berbagai budaya bahkan diluar Indonesia, meskipun berbeda kultur dan latar belakang, masyarakat Semarang sampai sekarang hidup dengan damai dan tetap saling berdampingan.

 

Setelah sambutan dari Pak Wali, kemeriahan ini dilanjutkan dengan keseruan marching band yang diikuti oleh ratusan Taruna PIP Semarang. Pertunjukan marching band ini berjalan cukup lama, dan sangat menghibur. Lagu-lagu yang dibawakan oleh marching band ini juga beberapa sangat familier ditelinga yang semakin menambah semangat saya. Selain menggebuk-gebuk drum, ada penampilan spesial juga yang ditampilkan PIP yaitu atraksi drumband, seperti bermain dengan menggigit drum dan bermain drum dengan posisi berdiri diatas badan orang lain. Hujan tipis yang mengguyur Kota Lama selama pertunjukan dimulai tidak mengurungkan semangat kami untuk beranjak dari tempat. Malah semakin lama semakin seru, masyarakat juga tidak ada yang beranjak dan tetap terlihat antusias. Syukurnya, semakin malam hujan juga berhenti dan keseruan di Kota Lama tetap berlanjut.
Atraksi yang ditampilkan marching band PIP, Semarang 
Usai pertunjukan marching band yang berdurasi sekitar 30 menit, pawai ini dilanjutkan dengan arak-arakan kostum unik. Kostum berwarna-warni ini juga bukan sembarang kostum loh tapi ada maknanya. Pawai kostum ini mengusung tema Warak Ngendog yang baju-bajunya didominasi oleh warna-warna yang mempunyai arti tersendiri dalam kebudayaan Semarang seperti, hijau (gigi), ungu (tanduk), merah (lidah), kuning (sisik) dan biru (harmoni badan utuh). Pawai kostum ini sangat meriah, saya sendiri juga sangat antusias melihat pertunjukan ini. Mungkin ada ratusan orang yang mengikuti pawai dan memakai kostum meriah ini, dan kebanyakan perempuan muda. Pawai kostum warna-warni ini ditutup dengan penampilan Defile dari Jepara Fashion Carnaval yang sama-sama ikut memeriahkan iring-iringan di SNC 2016. Keseruan lain yang dirasakan oleh para pengunjung adalah berselfie dibawah sorotan lampu dengan latar belakang Gereja Blenduk yang menjadi ikon Kota Lama tersebut.
Begitulah kemeriahan yang ditampilkan di Semarang Night Carnival 2016. Saya sendiri sangat senang bisa berada ditengah-tengah kepadatan masyarakat Kota Semarang saat itu. Semoga pariwisata Semarang dapat melaju dengan pesat dan saya yakin bisa karena masyarakat Semarang sangat terbuka dengan kehadiran wisatawan juga kota ini sangat berpotensi. Ayo dukung dan jadikan #SemarangHebat! Semoga tahun depan saya bisa kembali lagi ke Semarang (lebih senang lagi dengan semua teman-teman Blogger) untuk sama-sama menghadiri kembali kemeriahan Semarang Night Carnival.

Baca juga cerita teman-teman saya yang ikut serta dalam perjalanan seru ini.

Atanasia Rian : Bermain Tubing di Desa Wisata Kandri

Leonard Anthony : Jelajah Malam di Lawang Sewu
Eka Situmorang-Sir : Semarang Night Carnival 2016
5 Responses

Leave a Reply