Bandung to Tembagapura

Berada di tempat ini adalah suatu kebanggaan sendiri buat saya. Bukan hanya letaknya yang jauh dari rumah, tapi karena perjalanan ini berubah menjadi emosional, terlebih untuk teman saya yang besar disini dan mungkin akan meninggalkan kota ini selamanya.
Karena letaknya yang berada di kaki pegunungan Jaya Wijaya, menjadikan kota ini bersuhu sangat rendah. Selama disini, Tembagapura hampir setiap hari diguyur hujan dan berkabut tebal. Secara geografis, kota ini berada di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua.
Perjalanan kesini cukup menyita waktu, apalagi dari rumah saya di Bandung. Pertama, dari Bandung saya harus ke Jakarta karena pesawatnya hanya ada dari Jakarta. Dari Jakarta, terbang kurang lebih satu jam ke Surabaya untuk transit. Dari Surabaya, sekitar satu jam lebih terbang lagi ke Makassar untuk transit yang kedua, dari Makassar langsung terbang ke Timika sekitar tiga jam. Total penerbangan plus transit kurang lebih tujuh jam. Perjalanan belum selesai, dari Bandara Mozes Kilangin Timika, saya harus menempuh perjalanan lagi ke Kota Tembagapura, dimana ini adalah tujuan terakhir saya. Biasanya, dari Timika ke Tembagapura bisa pakai chopper yang hanya memakan waktu 15 menit aja. Tapi sayangnya cuaca gak mendukung, jadi saya harus menggunakan jalur darat pakai bus khusus yang namanya Bus Kerinduan yang memakan waktu 2,5 jam. Bus ini sangat dikenal oleh para karyawan yang bekerja di PTFI, kendaraan ini adalah satu-satunya kendaraan pengangkut karyawan dari Tembagapura ke Timika dan sebaliknya. Jalanan yang ditempuh cukup bikin pusing kepala, soalnya jalannya berkelok-kelok, jangan aneh karena kita melewati jurang-jurang dan tebing-tebing yang tinggi, tapi tetap aman.

Masih ngomongin Bus Kerinduan, selain menjadi jenis bus satu-satunya di Tembagapura, bus ini juga unik sekaligus aman. Bentuknya yang sama sekali tidak menyerupai bus jadi keunikan tersendiri, terus bus ini aman banget, karena didalam bus semua sisinya di lindungin besi anti peluru. Jadi, itu yang saya bilang kendaraan ini cukup bikin pusing karena selain jalannya yang berkelok, kita juga gak akan tau posisi kita dimana karena hampir semua bagian bus tertutup.
Pertama kali menginjakkan kaki di Tembagapura, perasaan saya campur aduk. Pertama, saya ngerasa kalau ini bukan kaya di Indonesia. Bersih banget, teratur dan dingin, mungkin karena efek cuaca juga kali ya, cuaca disini super duper sejuk. Sejauh mata memandang, kota ini dikelilingi oleh gunung-gunung. Yang lebih kerennya lagi, disetiap gunung banyak air terjunnya, dari yang kecil sampai yang sedang, kita bisa lihat dari semua penjuru (meskipun saya phobia sama air terjun tapi disini masih aman karena liatnya dari jauh). Kota ini benar-benar bersih dan sangat teratur, bisa dilihat dari pengendara mobil yang sangat mematuhi peraturan. Kalau orang nyebrang disini sangat didahulukan. Mobil mau secepat apapun pasti bakal berhenti kalau lihat orang yang mau nyebrang.
Ini suasana jalanan di Tembagapura jam 2 siang, keliatannya kayak lebih dari jam 5 sore ya, mungkin karena cuacanya yang berkabut terus hampir setiap hari. Meskipun gloomy dan jarang ada sinar matahari tapi adem banget cuacanya.
Untuk mengelilingi kota ini, kita bisa memakai bus yang disediakan khusus di Tembagapura. Mau sejauh apapun dan berapa kali kita naik turun, bus ini gratis. Yang biasanya pakai bus ini adalah para karyawan yang kerja, ibu-ibu rumah tangga dan anak-anak sekolah.
Buat yang biasa tinggal di kota besar, jangan panik kalau kesini. Meskipun terletak hampir diujung Indonesia, disini juga ada supermarket, cafe, restoran dan mall (meskipun alakadarnya). Untuk belanja kebutuhan sehari-hari, disini ada supermarket yang lumayan terkenal, untuk nongkrong-nongkrong ada Coffee Shop di daerah Hidden Valley lalu kalau mau dinner semacam casual/fine dining bisa ke Lupa Lelah Club.
Untuk harga, di supermarket sini juga gak begitu jauh dengan harga biasanya di Jakarta atau di kota besar. Barang-barangnya juga lengkap seperti supermarket pada umumnya, waktu itu juga saya sempat beli Keripik Ma Icih disini hehe.
Coffee Shop di Hidden Valley
Pemandangan dari Coffee Shop
Di Tembagapura juga fasilitasnya lengkap banget, selain public places yang saya tulis diatas, disini juga ada Sekolahan, ada dua Sport Hall yang biasanya dipakai untuk main basket dan bola, terus biasanya juga dipakai untuk acara tertentu misalnya acara hiburan.
Memang gak begitu banyak hal yang bisa dilakukan di Tembagapura. Tapi karena udaranya yang sejuk banget dan suasana yang beda dari kebanyakan kota di Indonesia, jalan kaki dan sight seeing pun sudah lebih dari cukup. Meskipun sering hujan dan bersuhu dibawah 20 derajat, kadang-kadang bikin males ngapa-ngapain, tapi beda banget rasanya kalau disini.
Meskipun saya cuma sebentar, tapi setiap hal yang saya lakukan disini bareng teman-teman jadi kenangan sendiri. Dengar tentang banyak hal dan cerita baru dari orang-orang disini dan yang paling berharga adalah melihat sisi lain dari salah satu kota di Indonesia yang mungkin gak tau kapan bahkan gak akan pernah saya kunjungin lagi. Tapi semoga suatu hari saya bisa kesini lagi bareng teman-teman saya, Abiya, Fadel dan Giga, dengan cerita dan kesempatan yang berbeda.

Leave a Reply