Bekerja Sambil Liburan di Bali

Setelah hampir empat bulan lamanya saya gak pernah ngepost di blog ini bahkan bikin draft pun saya juga gak sempat, akhirnya saya kembali lagi dengan banyaaaaaak cerita yang akan saya bagikan. Empat bulan kebelakang, saya disibukan dengan pindahan ke Bali dan sibuk dengan pekerjaan baru saya disini. Persis Juli tanggal 9, saya meninggalkan Bandung dengan perasaan campur aduk, ya sedih tapi senang juga karena akhirnya saya memulai karir dikota yang baru, tinggal sendiri dan menetap (mungkin) sampai beberapa tahun kedepan di pulau ini. Mungkin banyak alasan yang membulatkan tekad saya untuk memilih Bali sebagai tempat memulai karir sekaligus memulai petualangan baru dalam hidup saya. Salah satu alasan terkuatnya karena saya menemukan pekerjaan & hobi saya sekaligus disini, serta atmosfir pulau ini yang memberikan banyak sekali inspirasi kepada saya. Sejujurnya keputusan saya pindah ke Bali bukan keputusan semalam saja, tapi saya memang sudah memikirkan hal ini dari jauh-jauh hari terutama pada saat saya sering bolak-balik liburan dan melakukan kegiatan lainnya di Bali. Bali itu punya cerita sendiri untuk saya, bukan hanya sekedar destinasi liburan atau tempat-tempat yang indahnya saja, tapi jauh kedalam itu saya juga mulai merasa nyaman dan ingin terus pulang ke Bali. Dan pada akhirnya setelah hampir setahun mikirin baik dan buruknya, saya berani juga mengambil langkah yang menurut saya besar untuk pindah ke pulau ini. Pindah bukan hal yang mudah, ada sisi emosional yang harus saya kalahkan sendiri, terutama zona nyaman hidup saya di Bandung. Rumah, orang tua, keluarga dan temen-temen saya adalah hal tersulit yang saya tinggalkan waktu itu, tapi demi masa depan dan karir yang lebih baik, saya harus melangkah ke jalan yang lebih besar dan tidak berkutat di zona nyaman itu.

Minggu pertama saya menetap di Bali, ternyata tidak seberat yang saya pikirkan. Saat itu saya sangat antusias dengan pekerjaan dan tempat tinggal baru saya, tapi kadang saya juga merasa sendiri dan bingung mau ngapain. Bali cukup familier untuk saya, banyak teman-teman bahkan teman terdekat saya pun beberapa tinggal di Bali, jadi mereka adalah my number one support system. Sama halnya dengan kehidupan saya ditempat kerja, saya cepat dapat teman, mereka baik, welcome dan adil kepada saya, saya juga banyak belajar dan terus belajar tentang pekerjaan juga kehidupan di Bali dari mereka semua.

Sampai hari ini, saya masih menikmati hidup saya di Bali. Banyak teman baru, kegiatan baru, tempat baru yang saya datangi, bahkan makanan baru yang sekarang menjadi favorit saya. Sedikit demi sedikit saya belajar memahami sifat dan sikap masyarakat lokal yang pastinya beda dengan kebiasaan orang-orang Bandung. Baik dan buruknya kebiasaan orang disini adalah sebuah proses pembelajaran untuk diri saya sendiri. Untungnya saya gak kena culture shock yang berlebihan sih, mungkin karena dulu sebelum pindah saya juga sering banget bolak-balik ke Bali dan banyaknya support dari teman-teman saya tadi yang sudah lama menetap disini.

Untuk masalah kerja sambil liburan di Bali, saya bisa berpendapat sendiri. Pas saya cerita ke teman-teman di Bandung bahwa saya akan pindah ke Bali, satu kata yang keluar dari kebanyakan mereka adalah : “Enak banget sih, bisa kerja sambil liburan!”. Sebelum saya memulai semua ini, saya juga memang mikir hal yang sama. Dipikiran saya, saya akan setiap hari ke pantai, saya bisa lihat sunset, pulang kerja langsung bisa main, bahkan bisa party setiap hari dan lain sebagainya. Kenyataannya? Ternyata semua itu tidak berlaku sepenuhnya. Saya kerja dari Senin sampai Sabtu, weekday dari jam 9 – 5 dan weekend hanya setengah hari. Seringnya, pulang kerja saya udah capek banget dan bawaannya pengin pulang cepet lalu istirahat. Sabtu & Minggunya? Pun hampir sama, kadang saya mikir untuk memilih istirahat dan leha-leha dikosan dari pada saya harus main keluar. Tapi memang gak selamanya saya juga memilih leha-leha dikosan sih, kadang kalau lagi bosan ya saya memilih untuk jalan-jalan atau cari makanan enak. Tapi dengan semua yang didapat, saya masih bersyukur karna banyak hal baik & nyaman yang bisa saya rasakan. Pulang kerja di Bali, saya gak usah macet-macetan seperti di Jakarta, enaknya lagi jarak antara tempat tinggal dan kantor saya hanya 10 menit saja kalau naik motor. Lalu, kapan lagi istirahat makan siang bisa makan dipinggir pantai? Keluar pintu kantor, saya sudah bisa melihat turis lalu lalang dipinggir jalan. Hal itu semua menjadi energi positif untuk saya, makanya saya bersyukur tinggal dan kerja disini.

Kalau perihal lapangan pekerjaan, kamu pasti sudah bisa nebak kalau saya kerja dimana. Ya, saya kerja di bidang hospitality. Bali memang sangat menonjol dalam bidang pariwisata, tentunya hotel, villa dan lain sebagainya. Kerja di hotel itu menyenangkan banget loh, seperti yang tadi saya bilang diatas bahwa ada beberapa hal yang membuat energi positif saya semakin kuat, seperti melihat antusiasme turis yang datang ke hotel saya untuk liburan. Saya merasa kayaknya seru banget hidup mereka dan tanpa beban, saya suka melihat tamu lalu lalang dengan wajah mereka yang berseri-seri karena mereka datang ke Bali untuk liburan dan bersenang-senang.

Masih dalam topik kerjaan, kalau ditanya berkaitan dengan jurusan kuliah saya memang gak nyambung banget. Saya dulu anak HI (Hubungan Internasional) dengan niatan dan punya cita-cita jadi Diplomat, alasannya biar bisa keliling dunia, that’s it. Kenyataanya ternyata gak semudah itu haha, saya orangnya santai banget dan suka ngobrol sama semua orang, kesantaian saya kayaknya menjadikan kegagalan untuk cita-cita Diplomat saya itu. Sempat agak bingung pas lulus kuliah waktu itu, saya kerja dimana ya, saya ambil bidang apa ya, dan lainnya. Sejujurnya saya gak pernah sangka kalau saya akan mengambil bidang hospitality sebelumnya. Hospitality memang fresh dan baru untuk saya, bahkan saya gak pernah tau peluang apa yang bisa saya dapat bahkan apa yang harus dikerjakan dibidang itu sesungguhnya. Semua ini dimulai dengan mengikuti program MT (Management Trainee) disalah satu corporate hotel di Seminyak. Sebagai anak MT saya dilatih secara profesional dan banyak belajar tentang hospitality secara detail dan mendalam juga diharuskan terjun langsung ke setiap divisi yang saya ikuti. Saya bersyukur banget menjalani itu semua, dan ternyata saya juga menyambut dengan baik semua hal yang saya dapat dan pelajari. Lebih dari itu, ternyata orang-orang hotel super seru dan santai, saya banyak nemuin teman-teman seprofesi yang hobi dan antusiasnya kayak saya, yang terpenting, ternyata kerja di hotel itu punya jenjang karir yang menjanjikan, loh :D.

Related Posts

Leave a Reply