Industrial Bed & Breakfast Review (Bandung)

Bed & Breakfast (b&b) adalah salah satu dari beberapa tipe akomodasi yang dapat dinikmati oleh traveler ketika sedang berpergian kesuatu tempat. Kini akomodasi bertipe b&b sedang gemar dikalangan masyarakat khususnya di Indonesia. Bukan lagi hal yang aneh dan membosankan untuk tinggal di b&b selama liburan, b&b dapat menjadi pilihan yang tepat saat kamu melakukan perjalanan. Sebenarnya Bed & Breakfast sudah bisa kita temukan dari beberapa tahun kebelakang, namun keeksisannya belum seperti sekarang ini. B&b yang hadir kini menawarkan tema-tema unik disetiap kamar ataupun dekorasinya sehingga membuat sesuatu yang baru dalam stay experience, itulah yang membuat tipe akomodasi seperti ini lebih menarik dibanding tipe akomodasi lainnya.

Terdapat beberapa kekurangan dan kelebihan jika kamu memilih b&b sebagai akomodasi saat traveling. Namanya saja Bed & Breakfast, sudah pasti fasilitasnya tidak sebanding dengan hotel pada umumnya (bintang tiga ataupun lebih), namun jangan khawatir kini banyak juga b&b yang tidak hanya menawarkan fasilitas tidur dan sarapan saja. Memang, fasilitasnya tidak seminim Hostel, namun untuk fasilitas seperti kolam renang, fitness center ataupun spa tentu tidak dapat kita temukan di akomodasi tipe ini. Kelebihannya, b&b dapat menghemat biaya dan efisiensi pada saat menginap. Dengan fasilitas yang cukup, kita juga dapat menjadikan kualitas tinggal di b&b menjadi baik. Dan kini b&b hadir dengan banyak desain dan tema yang unik, salah satunya adalah b&b yang saya temui di Kota Bandung yaitu Triple Seven. Triple Seven adalah satu dari beberapa Bed & Breakfast yang hadir di Bandung. Dengan tema industrial yang sangat dominan, b&b ini sangat menjadi incaran para traveler. Tema industrial yang diusung oleh Triple Seven di setiap bangunannya sangat unik dan modern. Banyak spot yang saya suka di tempat ini salah satu yang menarik adalah lorong-lorong yang menghubungkan kamar satu dengan kamar lainnya yang dibuat dengan tembok unfinished.

Selain itu, Triple Seven juga sangat cermat dalam pemilihan dekorasinya. Menurut saya, tema industrial itu terkesan begitu polos dan kadang terlihat “gersang” karena dominan warna abu dengan tembok unfinished yang mencirikan gaya industrial sekali. Tapi Triple Seven mempadu-padakan tanaman-tanaman vertikal dan hehijauan di sekeliling bangunan ini sehingga tampak menjadi segar dan nyaman. Selain itu, dekorasi yang ditampilkan oleh b&b ini pun sangat eye catching, terlihat dengan banyaknya warna-warna terang seperti pada kursi atau pun hiasan dinding. 

Triple Seven benar-benar tidak tanggung dalam mengaplikasikan tema industrial pada setiap ruangannya. Terdapat 26 kamar yang dapat digunakan dengan tema berbeda disetiap kamarnya. Kamar dibagi berdasarkan tema, yaitu Retro, Pop Art dan Vintage. Kalau kamar Retro dibagi menjadi dua tipe kamar yaitu Retro Single dan Retro Deluxe. Saya super suka dengan kamar tipe Retro Single karena unik banget. Kamar tipe ini cocok untuk kamu yang berpergian sendiri atau solo traveling. Kasurnya berada diatas (persis seperti bunk bed), meskipun kamarnya berukuran kecil tapi semua dekorasi dan tema yang diusung super keren. Lalu ada tipe kamar Pop Art yang terdapat mural-mural dibagian belakang dinding kasur dan menjadikan ciri khas dari tipe kamar Pop Art di Triple Seven ini. Yang terakhir adalah tipe kamar Vintage yang salah satunya saya tempati. Tipe kamar ini tidak seceria Pop Art, namun lebih calm dan warna-warnanya lebih sejuk, seperti biru tua dan merah marun. Kamar tipe Vintage ini dilengkapi dengan beberapa dekorasi yang juga berbau vintage seperti lampu dan lemari vintagenya.

Tipe kamar Vintage
Tipe kamar yang paling unik, Retro Single Room
Tipe kamar Pop Art Twin Room
Hotel ini juga berada di lokasi yang sangat startegis. Dan benar-benar sangat dekat dengan Bandara. Selama saya menginap, saya bisa dengan jelas dan sangat dekat lihat pesawat mendarat dari jendela kamar. Meskipun terletak dekat dengan Bandara tapi lokasi ini tidak berada jauh dengan tempat keramaian. Mungkin kamu juga tahu sendiri kalau Bandara di bandung itu terletak ditengah kota haha, jadi jangan khawatir kalau kamu mau jalan-jalan bisa wisata kuliner ke daerah Cibadak, Gardujati dan Jalan Sudirman. Atau kamu juga bisa mengunjungi Istana Plaza Mall yang berjarak hanya 5 menit dari b&b, saya pun naik Uber dari Triple Seven ke Istana Plaza hanya bayar Rp.8,000 saja :D.
Bed & Breakfast ini juga dilengkapi dengan cafe yang cukup besar pada lantai 2, yaitu Back Alley Coffee and Kitchen. Dengan mengusung tema yang sama dengan Triple Seven, yaitu industrial, cafe ini pun setiap harinya ramai didatangi oleh pengunjung baik tamu hotel ataupun tamu non-hotel. Ada hal yang menarik dari cafe ini, yaitu dekorasi yang ditampilkan sangat maksimal, semua sudut ruangan diberikan dekorasi yang keren dan unik. Bisa dilihat dari tempat duduk di cafe yang terbuat dari tong bekas, ataupun dinding cafe yang digambar mural dan dekorasi lampunya yang menambah keunikan dari tempat ini. Oh ya, selain dekorasi dan desainnya, Back Alley juga punya banyak pelanggan karena makanannya yang enak-enak. Disini hampir sebagian menunya mengandung pork, tapi jangan khawatir untuk kamu yang gak makan pork, ada menu lain yang bisa dicoba seperti salad atau steaknya. Kopi yang ditawarkannya pun sangat bervariasi seperti Ice Long Black atau Cold Brew. Kata teman saya, kopi yang disajikan disini sangat enak karena Back Alley termasuk dalam salah satu cabang dari tempat ngopi terkenal di Bandung, sayangnya saya gak suka minum kopi jadi gak bisa mencoba rasanya.

Menu breakfast di Triple Seven
Selain di Back Alley Cafe, Triple Seven juga punya tempat sendiri untuk bersantai, tepatnya di Lobby. Saya dan teman-teman juga bisa memesan dan makan menu dari Back Alley di tempat untuk sarapan ini. 
Selain tempat untuk menginap, Triple Seven juga ternyata sangat seru untuk tempat sekedar nongkrong atau makan siang. Dengan tema dan semua dekorasi yang diusungnya, menjadikan Triple Seven sebagai Bed & Breakfast pertama di Bandung yang saya cap sebagai Bed & Breakfast ter-industrial :D.
Triple Seven Bed and Breakfast
Jalan Pesantren Wetan No.20, Pandu – Pajajaran, Bandung.
P : +62 22 8780 3681
E : reservation@tripleseven-hotel.com

(booking atau reservasi bisa dilakukan via email atau website)
Price : Rp.250,000 ++ sampai dengan Rp.500,000 ++/ malam.

Back Alley Coffee and Kitchen
Jalan Pesantren Wetan No.20, Pandu – Pajajaran, Bandung.
Open hours : 8 am – 10 pm
Price : Rp.40,000 ++
Instagram : @backalley_coffeeandkitchen

Related Posts

Leave a Reply