One Day Trip : Shibuya – Hakone

Bagian paling dinanti dari perjalanan saya dan keluarga ke Jepang yaitu mengunjungi Hakone. Tempat ini sudah tertera dalam daftar perjalanan saya jauh-jauh hari sebelum kami datang ke Negeri Sakura itu. Seperti yang banyak orang bicarakan, Hakone adalah salah satu tempat yang wajib untuk dikunjungi karena wisatawan dapat merasakan suasana berbeda dari Kota Metropolitan, Tokyo.

Stasiun Shinjuku

Secara geografis, Hakone berada di sebelah barat Kota Tokyo yang termasuk ke daerah pegunungan. Hakone juga merupakan tempat terdekat dan paling mudah dijangkau untuk melihat keindahan Gunung Fuji. Sebenarnya ada beberapa titik tempat yang menjadi spot untuk menikmati pemandangan Gunung Fuji, seperti Danau Kawaguchiko, Gotemba dan beberapa lainnya. Saya memilih Hakone karena aksesnya lebih mudah dan rute didalam kawasannya jelas. Dikawasan Hakone, kamu tidak hanya bisa lihat pesona Gunung Fuji dari kejauhan saja, namun bisa juga menikmati Onsen atau pemandian air panas, naik kereta gantung dan belanja di Gotemba yang merupakan premium outlet terkenal di Hakone.

Perjalanan ke Hakone sebenarnya sangat mudah, karena menurut saya sistem transportasi di Jepang sangat jelas dan aman. Jelas karena saya dapat memperkirakan budget, waktu, rute tujuan sampai dengan letak tempat duduk di kereta. Jadi, sebelum saya datang ke Jepang pun saya sudah bisa memperkiran berapa banyak budget yang harus saya keluarkan untuk transportasi. Setelah saya bertanya-tanya dan membaca beberapa postingan pada blog, akhirnya saya memilih Romancecar sebagai transportasi ke Hakone. Menurut saya menggunakan Romancecar bukan hal yang tepat untuk menekan budget, namun karena waktu yang saya punya hanya sedikit maka saya menggunakan Romancecar untuk menghemat waktu. Selain itu Romancecar juga sangat memudahkan saya dan praktis karena tidak harus berpindah dan berganti kereta, kereta ini hanya berhenti satu kali di Stasiun Odawara dan melanjutkan perjalanan sampai tujuan terakhir di Stasiun Hakone Yumoto.

Untuk pergi ke Hakone menggunakan Romancecar, saya sarankan agar beli tiket sehari sebelum keberangkatan atau beli jauh-jauh hari dengan cara online. Karena kalau kamu berpergian dengan grup atau keluarga posisi duduknya akan misah-misah, dan jam keberangkatannya pun harus diperhatikan karena hanya tersedia pada jam-jam tertentu saja. Seperti saya yang waktu itu traveling berlima dan beli tiket ke Hakone secara mendadak, alhasil kami berlima duduk secara acak, beda kursi dan beda gerbong pula. Menurut saya itu menjadi hal yang cukup sulit, karena kalau kita duduk secara berpisahan akan menyusahkan satu sama lain, seperti dalam hal komunikasi.

Peta Stasiun Pemberhentian Kereta Romancecar (www.odakyu.jp)
Romancecar
Bukan Jepang namanya kalau tidak bersih, semua transportasi umum di Jepang sangat nyaman dan tentunya bersih, didalam keretanya pun sangat teratur. Untuk reserved seat penumpang duduk persis dengan nomor kursi yang tertera pada tiket. Namun jika kamu membeli unreserved seat, kamu bisa duduk dimana saja tentunya digerbong berbeda dengan yang reserved seat, dan kalau kursinya penuh kamu harus berdiri selama perjalanan. Penumpang yang sampai berdiri selama perjalanan biasanya terjadi pada bulan-bulan liburan di Jepang atau pada hari besar (hari raya) saja, karena banyak masyarakat Jepangnya sendiri yang berlibur atau pulang kampung.

Terdapat 3 cara mudah untuk pergi ke Hakone versi saya.

  • Romancecar (2,080 yen)
Saya memilih kereta ini karena lebih cepat dan praktis. Jika kamu tidak menggunakan JR Pass pasti harga tiket yang harus dikeluarkan jauh lebih besar. Kalau tidak menggunkan JR Pass, kamu harus mengeluarkan biaya sebesar 890 yen untuk tiket Romancecarnya plus 1,190 yen untuk tiket reguler, dan jumlahnya 2,080 yen perorang untuk sekali jalan. Berbeda jika kamu punya JR Pass, kamu hanya membayar 890 yen saja.
  • Kereta Reguler (2,000 yen)
Menurut www.hyperdia.com, biaya yang harus dikeluarkan jika saya pergi dari Shibuya (Apartment) ke Hakone sebesar 2,000 yen dengan waktu tempuh sekitar 107 menit dan satu kali ganti kereta.
  • Hakone Free Pass (5,140 yen)
Pilihan terakhir, kalau kamu ingin eksplor Hakone seharian penuh atau lebih, saya sarankan untuk beli Hakone Free Pass yang dapat berlaku selama 2 hari ataupun 3 hari. Harganya juga jauh lebih hemat daripada harga reguler, karena kamu bisa menggunakan semua alat transportasi yang ada di kawasan Hakone seperti Bus, Cable Car, Hakone Cruise dan kereta dengan gratis. Untuk membeli Hakone Free Pass kamu bisa langsung mengunjungi kiosnya di Stasiun Shinjuku atau langsung beli di Ticket Vending Machines.
Peta tempat wisata di Hakone yang dapat dikunjungi dengan menggunakan Hakone Free Pass
Pemandangan diluar Stasiun Hakone Yumoto

Dari stasiun kereta, kami harus melanjutkan perjalanan lagi sekitar 60 menit ke Danau Ashi. Danau Ashi adalah view point untuk melihat keindahan Gunung Fuji dari seberang Danau. Cuaca di Hakone tidak kalah dinginnya seperti di Tokyo, malah lebih dingin karena kami dikelilingi oleh pegunungan. Diluar stasiun, terdapat tourist information yang dapat membantu untuk mengenal kawasan Hakone dan terdapat agen travel yang menawarkan berbagai paket perjalanan disekitar Hakone. Saya memilih ke Danau Ashi karena merupakan titik terbaik untuk melihat pesona Gunung Fuji, selain itu karena waktu kami terbatas dan tidak bisa mengeksplor Hakone lebih jauh lagi, Danau Ashi menjadi pilihan tepat karena jaraknya tidak terlalu jauh dari stasiun kereta utama. Untuk meneruskan perjalanan ke Danau Ashi dari stasiun, saya harus membayar lagi biaya Bus sebesar 960 yen perorangnya.

Pemandangan disepanjang jalan menuju Danau Ashi
Selama diperjalanan menuju Danau Ashi, saya merasakan kehangatan pedesaan yang masih asli. Di kiri-kanan jalan terdapat rumah-rumah kecil yang tertutup salju dengan gundukan es didepannya yang telah menipis. Semua sudut di Jepang itu memang indah, saya benar-benar jatuh cinta dengan pemandangan disepanjang jalan. Saya juga kaget karena dapat melihat dan merasakan salju untuk pertama kalinya disini. Semakin tinggi Bus melaju menuju kawasan danau, semakin tebal pula gundukan salju diluar Bus, padahal sebelum pergi saya sempat lihat keadaan cuaca di accuweather.com kalau Hakone tidak akan ada salju karena saljunya sudah turun beberapa minggu sebelum kami datang. Kami sangat beruntung dan senang sekali :-).

Akhirnya, Bus sampai didepan Danau Ashi yang terkenal itu. Saya merasa sedikit pusing selama berada didalam Bus karena jalan yang dilalui sangat berkelok-kelok, namun hal itu tidak membuat saya patah semangat untuk melihat-lihat sekitaran danau indah ini. Danau Ashi terbentang cukup luas, namun sejauh mata saya memandang saya belum menemukan sosok Gunung tersebut.

Sebelum melanjutkan perjalanan lagi untuk melihat sosok Fuji, kami menikmati makan siang dulu disalah satu restoran diseberang jalan danau. Dijajaran restoran tersebut, rata-rata menjajakan makanan khas Jepang yang terlihat nikmat, dan saya sempat mencoba makan Shrimp Tempura dan Miso Soup yang hangat. Fyi, harga makanan yang terdapat dikawasan Hakone cukup mahal dibanding dengan harga makan standar di Tokyo, mungkin karena Hakone termasuk kedalam daerah wisata yang dituju banyak wisatawan.

View from The Restaurant

Akhirnya setelah berjalan menyusuri danau, saya bisa lihat keindahan Gunung Fuji yang ikonik itu. Pemandangan Gunung Fuji yang kokoh dengan berlapis salju terlihat samar dari kejauhan. Sayangnya tidak begitu jelas karena cuasa saat itu sedang dingin sekali dan cukup berkabut, kalau kamu mengunjungi Danau Ashi, sempatkanlah untuk naik perahu (Hakone Cruise) yang bisa mengelilingi danau karena kamu akan lebih jelas melihat Gunung Fuji dari jarak yang cukup dekat.

Sayangnya saya tidak bisa berama-lama disini karena adik-adik saya sudah merasa sangat kedinginan dan mulai bosan. Mereka yang lebih tertarik dengan keramaian Harajuku Street pasti tidak betah lama-lama berada di sebuah desa dipinggir Tokyo ini. Kami pulang dengan kereta reguler yang cukup memakan waktu karena banyak berhenti distasiun yang dilalui. Hal yang tidak mengenakannya adalah kami duduk bukan seperti di Romancecar, tapi seperti kereta reguler biasa yang duduk memanjang dan berhadapan.

Tapi secara keseluruhan, meskipun perjalanannya cukup panjang dan menguras tenaga, mengunjungi Hakone cukup memuaskan hati saya karena saya sangat menikmati berada disana dengan pemandangan indah dan cuaca yang jarang saya rasakan, terlebih saya juga melihat salju untuk pertama kalinya disana. Mungkin saya akan kembali lagi kesana dilain waktu :-).

Summary :

  • Shibuya – Shinjuku (5 menit – kereta JR) 160 yen
  • Shinjuku – Hakone Yumoto (85 menit – Odakyu Romancecar) 890 yen + 1,190 yen = 2,080 yen
  • Hakone Yumoto – Lake Ashi (45 menit – bus) 960 yen
  • Lake Ashi – Odawara (1 jam – bus) 1,000 yen
  • Odawara – Shibuya (1,5 jam – kereta JR) 1,490 yen

Harus diingat untuk selalu memperhatikan waktu / jam kedatangan dan keberangkatan transportasi.

0 Response

Leave a Reply