Mencoba Keberuntungan di Sensoji Temple Tokyo

Perjalanan pertama kali saya ke Jepang yaitu mengunjungi ibukota, Tokyo. Tepat dihari kedua saya dan keluarga berada di Tokyo, saya menyempatkan untuk datang ke salah satu kuil tertua di Tokyo, yaitu Sensoji Temple atau yang dikenal juga dengan Asakusa Kannon Temple.

Saya memang sudah mengincar tempat ini sejak lama, bukan karena kepopulerannya dikalangan wisatawan saja, namun karena tempat ini yang berkesan begitu agung dan ikonik.

Perjalanan saya dari Shibuya, lokasi apartemen kami saat itu, menuju kawasan Asakusa ini cukup mudah. Walau begitu, tetap membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Saya menggunakan subway dari Shibuya langsung ke Stasiun Asakusa dan membayar sekitar 240 yen atau Rp.28,000 sekali jalan (waktu itu).

Oh ya, kalau kamu merasa kesulitan saat ingin berpergian dengan menggunakan kereta, jangan ragu untuk bertanya petugas di Stasiun kereta atau kamu juga bisa melihat semua jadwal, rute dan harga di hyperdia.

Ini adalah salah satu dari dua Kaminari Gate (Kaminarimon) yang ada di Sensoji Temple. Kaminari adalah gerbang yang terletak diluar sebelum kita memasuki halaman utama kuil. Masih terdapat dua gerbang dengan lampion besar yang sangat ikonik di tempat ini.

Kaminari Gate Sensoji Temple

Kaminarimon Sensoji Temple

Gerbang ikonik di Senso Ji Temple

Selain sightseeing, disini juga saya mengincar sesuatu yang sangat terkenal yaitu mencoba keberuntungan. Saya kurang tahu dengan namanya, yang pasti ini sangat dikenal oleh banyak orang dan wisatawan yang mengunjungi Senso Ji Temple ini.

Caranya sangat mudah, saya hanya tinggal memasukan koin 100 yen, lalu saya ambil dan mengocok tempat yang berisi sumpit hingga keluar. Pada bada sumpit sudah tertera nomor yang harus saya ambil pada barisan laci yang sudah tersedia.

Keberuntungan di Sensoji Temple
Mencoba keberuntungan di Sensoji Temple

Saya sempat bingung mencari nomor pada laci karena nomornya berbahasa Jepang. Untungnya saya dibantu oleh wisatawan lokal untuk mencarikan nomor dengan laci bernomor 85 itu. Ketika saya buka kertasnya, ternyata saya mendapatkan The Best Fortune, disecarik kertas itu disebutkan dengan tulisan berbahasa Inggris, bahwa saya akan mendapatkan beberapa kebaikan dimasa yang akan datang seperti “you getting good help, your wishes will be finally realized”.

Laci Keberuntungan di Kuil Sensoji Tokyo

Hasil Kocok Keberuntungan di Kuil Sensoji

Saya hanya bisa mengamini isi kertasnya, dan berharap semoga terjadi hal yang baik dimasa yang akan datang haha, namun keberuntungan gak ada yang tahu jadi saya melakukan ini juga just for fun 😀

Kalau kamu berkunjung ke Jepang, jangan lewatkan untuk mengunjungi kuil tertua yang ada di Tokyo ini, dan tidak ada salahnya untuk mencoba keberuntungan disini, good luck! 😀

Keberuntungan saya tak hanya itu saja. Saat berkunjung ke Senso Ji, sebuah upacara keagamaan sedang berlangsung di kuil tertua ini. Memang, dari jauh-jauh hari saya sudah mengetahuinya dan saya sempat melihat disalah satu website yang memberitahu bahwa akan diadakan upacara yang bernama Setsubun.

Upacara Setsubun di Kuil Sensoji Tokyo

Upacara Setsubun di Tokyo

Upacara ini adalah upacara menjelang musim semi yang dimanfaatkan masyarakat Jepang sebagai kegiatan menghalau setan dan berharap untuk kebaikan dalam satu tahun kedepan. Menurut wesbite yang saya baca, acara ini juga dihadiri oleh orang-orang terkenal di Jepang seperti artis, pemain sumo dan lainnya.

Diluar bangunan kuil utama Senso-Ji terdapat jajaran toko souvenir yang dapat kamu singgahi namanya Nakamise Street.

Nakamise Street Asakusa
Nakamise-dori Street

Banyak souvenir yang dijual disini, salah satunya adalah lampion yang menyerupai Kaminari Gate yang berukuran kecil (gantungan kunci) sampai lampion besar. Sekedar informasi, souvenir yang dijual disini cukup mahal harganya, jadi pintar-pintarlah untuk memilih barang mana yang harus dibeli.

Baca juga: 6 Tempat Belanja Favorit Anak Muda di Osaka

Selain penjual souvenir, disepanjang Nakamise Street ini juga terdapat banyak penjual makanan khas Jepang mulai dari dessert, street food, sampai restoran fine-dining yang dapat kamu coba. Saya juga sempat makan disalah satu restoran tradisional Jepang yang menawarkan Udang sebagai menu andalannya. Harga rata-rata kalau makan di restoran Jepang (yang agak keren) sekitar Rp 150,000 lebih per orang.

Tokyo Skytree dari Asakusa
Tokyo Skytree

Pemandangan Tokyo Skytree juga sangat terlihat jelas dari kawasan Nakamise Street ini. Lokasi Tokyo Skytree memang tidak jauh dari kawasan Asakusa, tapi sayangnya saya gak sempat berkunjung kesana.

Oh ya, di Asakusa juga ada sungai bernama Sumida River. Kamu bisa mencoba naik Tokyo Water Bus dari Water Bus Station yang ada disungai tersebut untuk explore Tokyo dengan cara yang berbeda.

Water bus ini bisa membawa kamu sampai ke Odaiba atau Tokyo Bay. Sebenarnya mencoba water bus sudah saya rencanakan sejak di Indonesia, tapi lagi-lagi saya dan keluarga gak punya waktu cukup untuk merealisasikan semua rencana.

Related Posts

Leave a Reply