Ternyata Paris itu..

Dari list Euro Trip pertama saya ini, ada beberapa kota yang jadi penantian karena selain penasaran, saya juga memang udah pengen banget kesana, salah satunya Paris. Di hari kedua saya di Eropa, saya mengunjungi Paris melewati Brussels yang ditempuh kurang lebih 3 jam naik bis. Karena jadwal yang padat, akhirnya sampe di Paris itu sudah malam dan kita langsung ke hotel. Hotel kita berada cukup jauh dari pusat kota yaitu daerah Defense, katanya sih daerah perkantorannya di Paris gitu.

Malamnya, saya ngerencanain untuk pergi dengan adik-adik saya seperti yang biasa kita lakuin kalo lagi trip. Kita biasanya cari resto, cafe, atau bar untuk sekedar ngobrol-ngobrol aja bertiga. Kali ini udah cari beberapa bar yang direkomendasiin sama temen-temen kita, tapi ternyata jaraknya cukup jauh dan agak gak jelas juga. Alhasil kita keluar hotel jam 10 malam dan maksain untuk pergi ke pusat kota menggunakan kereta. Jujur, gak pernah tau gimana kereta di Paris itu beroperasi. Setelah tanya-tanya dan googling akhirnya kita pergi ke stasiun terdekat.

La Défense station - authentichappiness

Stasiun kereta dipinggiran Paris ternyata sepi banget apalagi kalau malem, terus agak jorok dan kita super kaget karena pas masuk keretanya bau bangeeeeetttt. Gak bisa di definisiin baunya kaya apa, yang pasti udah pindah-pindah gerbong, baunya tetep ada dan bikin mual. Selain itu, pas kita berhenti disalah satu stasiun, yang lebih kaget adalah ada laki-laki tua, kayaknya homeless – karena di Paris banyak banget homeless, dia dengan santainya kencing di sebelah kereta. Disitu kita bertiga kaget banget, agak culture shock juga sih haha, udah bau pesing, terus banyak orang mabuk juga dan agak insecure karena katanya di Paris itu agak bahaya. Btw, kereta di Paris itu sering mogok untuk beroperasi, apalagi di line tertentu. Katanya sih banyak problem gitu, jadi kalau kereta mogok (bukan mogok mesinnya, ya), kita harus naik transportasi lain. Agak gak ngerti juga sih masalah kaya gini, tapi kalau kamu mau naik kereta di Paris, kayaknya harus ngecek dulu deh takutnya stranded di salah satu line terus bingung mau kemana.

La Défense station - authentichappiness

Akhirnya setelah kita stranded di salah satu stasiunnya karena line yang kita tuju mogok, kita turun lah di stasiun deket Arc de Triomphe. Untungnya, ini salah satu tempat yang pengen kita tuju juga. Dari Arc, dengan bermodalkan Google Maps, kita telusuri jalanan Champs-Élysées sambil cuci mata dan lihat toko-toko mewah yang sudah tutup karena udah malam. Sepanjang jalan, kita juga menemukan banyak orang mabuk dan homeless. Selain itu sampah cukup berserakan dijalanan, apalagi sampah bekas puntung rokok.

Champs-Élysées - authentichappiness

Kita menyusuri jalanan itu cukup panjang. Udara juga lagi dingin banget, tapi, kita di Paris. Mau banyak sampah dan bau pesing dijalanan pun, tetep indah :’). Dari Arc, sebenarnya kita arahin map ke Eiffel, katanya Eiffel akan lebih indah kalau dilihat malam-malam. Setelah jalan sekitar 30 menitan, akhirnya kita sampai di kaki Eiffel. Tapi waktu itu kita gak masuk ke dalam, karena tadinya kita mau nongkrong dari jauh aja, ternyata gak nemu tempat yang pas, alhasil kita duduk-duduk di pinggiran menara.

Cuma bermodalkan Lays dan orange juice kaleng yang di beli di minimart sebelum ke Eiffel, kita bertiga jadi emosional banget. Udaranya mendukung juga, dan karena kita kesana ditengah malam, orang-orangnya juga gak terlalu banyak, bahkan bisa dibilang sepi, jadi kita bener-bener quality time. Gak banyak foto juga yang kita ambil, karena kita cuma mau duduk dan menikmati pemandangan menara yang jadi ikon di kota romantis itu. Dari mulai bahas masalah kakak-adik, becanda ngalor ngidul, sampai berandai-andai kalau kita kesini bawa pasangan masing-masing, haha, dan akhirnya diem-dieman karena kita bertiga cuma pengen nikmatin waktu ini aja. Jujur, meskipun badan capek habis seharian di jalan, dari Amsterdam, lalu ke Brussels dan berujung di Paris, but I had the best night ever with my brothers :’).

Merci, Paris.

3 Responses
  1. Wah gak nyangka di Paris banyak sampah, trus banyak yang suka pipis sembarangan gitu ya. Kirain kotanya maju. Tapi mungkin karena ibu kota juga kali ya, jadi banyak yang datang cari kerja tapi yang ada malah banyak pengangguran.

Leave a Reply