Tijili Hotel Seminyak Bali : designed by Ridwan Kamil

Tidak ada kata yang lebih dari kata “excited” setelah tahu bahwa saya akan menginap di hotel idaman saya ini. Saya sudah mengetahui hotel ini sejak lama, karena keunikan bangunannya dan desainnya yang super keren.

Hari itu saya datang cukup malam untuk check in, karena ada satu dan lain hal yang harus saya kerjakan sebelumnya. Wow! Saya gak sangka kalau hotel ini aslinya lebih bagus dari pada difoto websitenya. Malam itu, saya disambut oleh Mbak yang ceria dibagian front office, saya terus bergumam dan langsung tanya-tanya tentang desain dari hotel ini ke Mbak itu.

Butik hotel yang berdiri sejak 1 tahun lalu ini dirancang dengan konsep yang sangat unik, perpaduan antara kultur Bali dengan desain yang sangat modern menjadikan hotel ini sebagai salah satu yang terunik di Bali (menurut saya). Tijili adalah nama dari sebuah motif dan merupakan simbol dari Dewi Sri. Selain namanya, motif Tijili juga dipakai sebagai logo dari Tijili Hotel yang berada di Jalan Drupadi ini. Saya sempat berbincang dengan Bapak Ingan, selaku Sales and Marketing dari hotel ini, beliau sedikit menjelaskan tentang desain dan bangunan dari Tijili. Ternyata arsitektur dan tata ruang dari hotel ini dibuat oleh Walikota Kota Bandung, Ridwan Kamil dari Urbane, lalu desain dan konsep lainnya dibuat oleh Leboye yang menurut saya super jenius. Dekorasi, pilihan warna, tekstur sampai dengan lampu yang menghiasi setiap spot di hotel ini semua super keren dan indah.
Selain terkaget-kaget dengan desain dan dekorasi dari setiap ruangan di Tijili, ternyata lokasinya pun berada sangat strategis. Jalan Drupadi sungguh tidak asing lagi dikalangan wisatawan karena sering dijadikan sebagai jalan alternatif antara Jalan Kayu Aya dan Jalan Dhyanapura yang mana ke Pantai Doublesix pun hanya berjalan kaki saja sekitar 5-10 menit dari hotel. Keluar hotel, jalan yang terdekat adalah Dhyanapura. Di jalan tersebut berjajar restoran, cafe atau toko-toko yang buka sampai malam, selain itu juga ada beberapa night club disana. Kalau mau lebih ramai lagi, kamu bisa jalan kaki atau naik Buggy (yang disediakan hotel) ke Jalan Kayu Aya. Kayu Aya sangat terkenal dengan jajaran cafe hitsnya (baca Review 18 Cafe di Seminyak) dan bar-bar yang buka sampai dengan larut malam. Pokoknya saya sangat dimudahkan saat menginap di Tijili karena saya sendiri suka jalan kaki.

One of my favorite spot
Pertama masuk pintu lobbynya saja sudah ada pemandangan kayak gini, ini adalah lobby plus front office yang terlihat sangat unik dan terkesan santai di Tijili Hotel. Ada dua meja front office yang disediakan disini yang siap membantu dan menyambut para tamu hotel. Plus selain furniture dan bentuk-bentuk dekorasi yang abstrak, saya juga sangat suka dengan tanaman-tanaman yang menjadi dekorasi di Tijili, khususnya di bagian lobbynya.

Tijili Hotel memiliki lima tipe kamar, yaitu Deluxe, Deluxe Balcony, Deluxe Corner, Connecting Deluxe dan Junior Suite Room. Semua kamar didesain dan dibaurkan dengan kultur Indonesia dan modern art. Terlihat dari lantai yang dibuat handmade disetiap ruangan yang bersumber dari lantai vintage dari Yogyakarta. Selain itu juga furniture yang terdapat di setiap kamar dibuat dari kayu yang berumur tahunan dan dicat lagi dengan warna-warna lebih menarik.

Saya sendiri merasakan pengalaman menginap di tipe Deluxe Balcony yang mana kamar ini terletak dilantai 2 dan punya pemandangan langsung ke kolam renang dari balkonnya. Kamar tipe Balcony ini cukup besar, saya bisa leluasa menyimpan barang bawaan yang cukup banyak. Selain itu, dikamar juga dilengkapi dengan lemari pakaian sehingga bisa menyimpan barang dengan rapi.
Diatas adalah tipe kamar dari Deluxe Corner Room. Kamar ini cukup besar dan sangat cocok untuk group traveler atau keluarga dengan anak yang membawa barang bawaan cukup banyak. Tapi meskipun Deluxe Corner ini besar, tipe kamar lainnya (Deluxe dan Deluxe Balcony) juga berukuran cukup besar menurut saya. Memang pada dasarnya semua tipe kamar di Tijili Hotel punya kamar yang berukuran luas dan tentu nyaman. Semua tipe kamar di Tijili Hotel memiliki fasilitas kamar yang baik, yaitu AC, Wi-Fi yang kencang, Minibar, Shower, Hair Dryer, Toiletries, dan masih banyak lagi. Untuk rate kamar ini bisa dilihat di website resminya Deluxe Corner Room – Tijili Hotel.
Lalu ada tipe Deluxe Room (standard room) yang dibagi menjadi dua tipe yaitu double bed atau twin bed. Kamar ini mempunyai meja berukuran sedang didalamnya, lalu kalau kita menggeser pintu kaca, akan tampak pemandangan keluar hotel. Fasilitasnya sama dengan kamar lainnya, lalu kamar mandinya juga berukuran kurang lebih setara dengan kamar Balcony dan Corner room.
Deluxe Twin Room
Yang paling luas dan keren tentu Suite Room. Terdapat empat buah kamar tipe Junior Suite Room yang tersedia di Tijili Hotel. Tipe kamar ini mempunya mini kitchen, ruang tamu dengan TV, satu buah kamar dan kamar mandi berukuran cukup besar plus bathtub didalamnya. Kamar ini mampu menampung sekitar empat orang. Yang paling saya suka selain luas, dekorasi yang ada didalam junior suite room ini juga sangat unik. Warna-warna yang ditampilkan sangat membuat nyaman dan segar.
Tijili Hotel juga dilengkapi dengan Restoran yang berdiri tepat disamping lobby utama serta berhadapan langsung dengan kolam renang. Saya gak bisa berkata-kata dengan semua dekorasi yang ada di resto ini karena sangat unik dan menggemaskan. Restoran ini juga hampir sama dengan desain kamar dan spot lainnya di hotel yaitu eklektik dengan suasana tropis dan tetap berbau kultur ke-Indonesia-an. Kakatua Tropic Lounge ini tidak hanya dijadikan sebagai restoran, tapi ada bar didalamnya dan hang-out lounge.
Kakatua Lounge merupakan cafe dan restoran sekaligus tempat untuk sarapan pagi. Sarapan di Tijili sistemnya a la carte, kamu bisa bebas memilih Indonesian, American atau Continental breakfast menu. Selama tiga hari menginap, saya selalu pilih Indonesian breakfast karena Nasi Gorengnya super-duper enak, selain Nasi Goreng, kamu juga bisa memilih Mie Goreng (Fried Noodle) untuk menu Indonesian breakfast. Lalu selain dapat menu utamanya, kamu juga bisa pilih jus segar, buah-buahan dan hidangan pembukanya, seperti bubur kacang hijau.
Indonesian breakfast
American breakfast
Nah kalau untuk makan siang, Kakatua juga menyediakan banyak pilihan menu. Salah satunya adalah Bebek Goreng Betutu dengan porsi yang cukup mengenyangkan. Rasanya jangan ditanya deh karna enak banget. Resto ini tidak pernah salah dengan rasanya karena chefnya aja sangat berpengalaman. Chef Agus adalah tangan dibalik semua menu makanan enak di Kakatua, sebelumnya, dia pernah menjadi chef di Maldives dan Dubai sebelum akhirnya pindah ke Bali.
Untuk harga dari makanan yang ada di Kakatua setara dengan standard harga makanan di Hotel pada umumnya. Gak akan rugi kok kalau kamu menghabiskan uang untuk makan siang atau makan malam disini. Selain enak, tempatnya juga gak kalah seru dan siap-siap pegal karena foto-foto terus disetiap spot :P.
Kalau kamu penasaran dengan menu yang disajikan di Kakatua Lounge, silakan lihat menunya disini (Menu Kakatua) dan selamat menikmati makan-makanan enaknya!

Bebek Goreng Betutu

Kakatua Tropic Bar
Fasilitas lainnya yang diberikan Tijili Hotel adalah kolam renang yang buka 24 jam. Kamu bisa dengan santai berenang kapan pun (asal jangan berisik dan mengganggu tamu hotel lainnya ya :D). Di area kolam renang juga terdapat beberapa beanbag yang dapat digunakan untuk bersantai dipinggir kolam renang plus kamu juga bisa order makanan atau minuman segar seperti fresh juice dan mocktail dari Kakatua Lounge.

A view of Kakatua Lounge from pools
Hotel ini juga menyediakan layanan Buggy yang siap untuk mengantar-jemput tamu ke Pantai Doublesix ataupun ke sekitaran Seminyak dan sepanjang Jalan Drupadi, dan layanan ini gratis.
Kunjungi juga channel youtube saya Puspa Siagian untuk melihat hotel dan room tour Tijili Hotel Seminyak.
Tijili Hotel Seminyak
Jalan Drupadi 9, Seminyak, Bali
p : +62 361 4741888
e : info@tijili-hotel.com

Related Posts

4 Responses

Leave a Reply