Trip ke Kamboja: Mengunjungi Negeri Sejuta Pagoda

Phnom Penh adalah kota yang sangat tepat bagi kalian yang mempunyai waktu terbatas untuk berlibur, karena dalam waktu yang singkat, kota ini berhasil menyuguhkan keindahan dengan sejuta Pagodanya. Saat pertukaran pelajar saya ke Ho Chi Minh, saya menyempatkan trip ke Kamboja. Alasan utamanya untuk memperpanjang visa saya di Vietnam.

Jadi saya harus keluar dulu dari Ho Chi Minh dan masuk Kamboja, lalu saya dapat free visa 30 hari lagi untuk stay di Ho Chi Minh. Sebenarnya, masalah visa ini bisa diurusin di Indonesia, alias saya beli visa untuk stay di Vietnam selama lebih dari 30 hari. Tapi setelah dipikir-pikir selain lebih murah, saya juga bisa sekalian jalan-jalan ke Kamboja, karena ini kali pertama saya mengunjunginya.

Phnom Penh adalah ibukota dari negara Kamboja, sekaligus kota terbesar di Kamboja. Udara disini relatif panas, menurut beberapa masyarakat disini, musim kemarau mendominasi negara tropis ini. Orang-orang disini cukup enak untuk turis, karena kebanyakan dari mereka bisa berbahasa Inggris, dan mata uang disini bisa memakai USD atau pun mata uang asli Kamboja yaitu Riel.

Bus Phnom Penh ke Ho Chi Minh
Bus Phnom Penh ke Ho Chi Minh

Jadi, untuk menuju ke Phnom Penh dari Ho Chi Minh kami menghabiskan waktu selama 6 jam jika pakai jalur darat (bus). Tiket bus-nya dapat dibeli di daerah Pham Ngu Lao, Ho Chi Minh, disana ada banyak tour & travel yang menyediakan paket-paket bus untuk pergi ke Phnom Penh atau Siem Riep. Saya membeli tiket bus biasa (bukan sleeping bus) dan hanya untuk ke Phnom Penh, harganya sekitar $13. Bus yang dipakai sangat nyaman, bersih dan teratur.

Kapal penyeberangan Vietnam Kamboja
Kapal penyeberangan Vietnam Kamboja

Jika ingin menggunakan jalur darat kita harus menyebrangi laut ini, sama halnya seperti perbatasan Jawa-Bali. Perbatasan ini membelah Vietnam dan Kamboja, didekat perbatasan ada Kantor Imigrasi. Disana kita harus turun membawa semua barang bawaan kita, lalu cap Paspor, setelah itu bisa naik lagi ke bus.

Btw, saya stay di Golden Guest House. Hotelnya sebenarnya biasa, tapi cukup bersih dan dapat breakfast, harga permalamnya sekitar $15.

Phnom Penh Night Market
Phnom Penh Night Market

Phnom Penh Night Market adalah pasar malam yang didalamnya banyak menjual makanan, pakaian sampai aksesoris. Pasar ini sebenarnya sederhana, tapi lumayan kalau malam-malam gak ada tujuan bisa datang ke pasar ini, disana juga banyak makanan yang enak dengan harga yang gak terlalu mahal dan ada live music-nya juga dengan bahasa Kamboja yang saya gak ngerti.

Suasana malam di Phonm Penh Night Market

Beberapa makanan yang dijual di pasar malam. Kebanyakan dari pilihan disini adalah seafood yang dibakar, ada juga daging ayam atau sayuran. Saya sendiri makan Nasi Goreng Seafood dan Jus Tebu.

Pasar malam ini juga cukup ramai oleh turis, mungkin selain duduk-duduk di cafe dipinggir sungai, tempat yang bisa kita kunjungi kalau malam-malam yaitu pasar ini.

Penjual buku di Phnom Penh Night Market

Sama halnya seperti di Ho Chi Minh, disini pun banyak yang menjual buku-buku foto kopian di pinggiran jalan. Yang paling banyak dijual adalah buku Lonely Planet dan buku-buku tentang sejarah Kamboja, dari sejarah perang sampai sejarah kebudayaannya, saya lupa dengan harga beberapa buku ini tapi cukup murah dan bisa ditawar.

Tuktuk di kamboja

Transportasi saya selama di Phnom Penh yaitu Tuk-tuk. Tuk-tuk disini agak beda dengan di Bangkok. Kalau Tuk-tuk Phnom Penh sopirnya diluar gerobak, kalau Tuk-tuk Bangkok sopirnya didalam gerobak haha cara bawa Tuk-tuknya lebih santai dibanding sopir Bajaj di Jakarta 🙂

Biaya Tuk-tuk ini tergantung dengan jauhnya tempat yang akan kita tuju, rata-rata harganya mulai dari $1 sampai $3, juga bisa ditawar.

Royal Palace Kamboja

In front of Royal Palace Phonm Penh
In front of Royal Palace Phonm Penh

National Museum of Cambodia adalah museum terbesar di Kamboja, isi museum ini banyak mengandung unsur sejarah, kebudayaan dan arkeologi. Didalamnya ada patung-patung dan gambaran tentang sejarah Kamboja.

Trip ke Kamboja, didepan Royal Palace Phonm Penh

Penjaga di depan Royal Palace Phonm Penh
Karena desperate Royal Palacenya tutup, jadi saya foto-foto sama penjaganya.. Hehehe

Royal Palace adalah tempat yang pertama yang ingin saya kunjungi di Phnom Penh. Sama seperti Grand Palace di Bangkok, tempat ini sangat megah (tampak luar, apalagi dalam). Tempat ini pun menajadi komplek Kerajaan atau kediaman para Raja di Phnom Penh. Tapi saya sedikit kecewa waktu datang ke tempat ini, karena tempat ini sedang tutup. Tutup karena ada upacara keagamaan, saya lupa kalau gak salah upacara memperingati kematian seorang Raja-nya. Padahal saya penasaran banget sama isi didalamnya, yang paling spesial (kata orang, kata buku dan kata google) ada Silver Pagoda di dalam komplek ini, dan juga ada ribuan patung Buddha. Mungkin next time saya bisa datang kesini lagi dan melihat Silver Pagoda!

Taman di depan Royal Palace Phonm Penh
Taman di depan Royal Palace Phonm Penh
Rokok Indonesia di Kamboja
Giga yang kegirangan dapet Rokok Indonesia di Kamboja haha

Ini taman didepan Royal Palace. Taman ini sangat ramai kalau sore-sore, banyak yang nongkrong disini, turis atau masyarakat Phnom Penh-nya sendiri atau banyak juga yang kesini sekedar foto-foto. Karena daerah Royal Palace ini juga menjadi pusat keramaian di Phnom Penh.

Central Market Phonm Penh
Central Market Phonm Penh

Hari terakhir kami pergi ke Central Market. Central Market ini lebih crowded dan banyak pengunjungnya dibanding dengan Russian Market. Selain Central Market lebih strategis lokasinya dari Pusat kota, tempat ini juga menjadi landmark kota Phnom Penh, jadi tidak aneh kalau tempat ini sibuk banget. Dalamnya sama seperti pasar-pasar dibeberapa negara lainnya, cukup besar dan bersih sekali, kebanyakan dari mereka menjual souvenir atau oleh-oleh khas Kamboja (misalnya postcard, gantungan kunci, baju atau pun pernak-pernik lainnya). Harga dipasar ini juga cukup murah dan bisa tawar-menawar, kendaraan untuk mengunjungi tempat ini bisa dengan Tuk-tuk atau Taxi.

Kekecewaan karena tidak dapat mengunjungi Silver Pagoda sama sekali tidak membuat saya putus asa untuk mengeskplor kota ini lebih dalam, kota ini berhasil membuat liburan singkat saya menjadi sesuatu yang lebih berarti dengan mengenal landmark dan sejarah kota Phnom Penh.

Selamat berlibur!

Related Posts

Leave a Reply