Ubad Retreat : “Welcome To The Jungle”

“Welcome to the jungle”
Itu adalah ucapan yang dilontarkan Pak Widi selaku pemilik hotel ini kepada saya. “Jungle” disini bukan arti yang mengarah kepada hal negatif, melainkan jungle yang berarti alamiah. Ubad Retreat yang berada tidak jauh dari pusat kota Ubud menjadi hotel yang cocok untuk bersantai-santai dan rileksasi di Bali, yang pasti saya dapat merasakan jauh dari hingar bingar perkotaan. Sapaan dan senyuman selamat datang menyambut kedatangan saya di saat Ubud sedang diguyur hujan sore itu, tidak lupa Jus Semangka sebagai welcome drink yang semakin menambah kesegaran selepas menempuh perjalanan yang cukup jauh dari Kuta. Pertama kali menginjakkan kaki ditempat ini saya langsung senang karena merasa sunyi dan tenang. Semua hal dapat saya dengar rasanya dengan jelas, ditambah keramahan para penjaga Ubad Retreat yang semakin membuat saya lebih nyaman tinggal disana. Untuk service, hotel ini tidak diragukan dan tidak kalah dengan hotel bintang 5 yang ada di Ubud, tidak salah karena pemilik hotel ini juga bekerja sebagai sales manager di salah satu hotel bintang 5 yang sangat terkenal di Ubud.

Sore itu kota kecil ini sedang diguyur hujan yang cukup deras, jadi saya pun tidak berencana untuk pergi kemana-mana, karena sejujurnya Ubud itu lebih enak untuk jalan kaki dan naik sepeda. Biasanya kalau saya ke Ubud, saya akan parkirkan mobil di tempat tertentu atau di tempat penginapan, lalu menyewa sepeda dan keliling pusat kota Ubud dengan menggowes sepeda.

Hotel yang hanya menyediakan enam kamar ini begitu nyaman dan terkesan private. Setiap kamar didesain dengan warna putih whitewashed dipadu dengan kekayuan yang berwarna sama, terlihat modern namun masih menonjolkan sisi tradisional dari tipikal bangunan di Bali. Fasilitas didalam kamarnya pun cukup lengkap, terdapat TV LED, AC dan bathtub di setiap kamar mandinya. Kamar mandi terbagi menjadi dua bagian antara bathtub dan wastafel, namun tetap dalam satu ruangan. Menurut saya, kamar yang saya tempati cukup besar. Malah mungkin kalau saya menginap ramai-ramai, saya bisa menambahkan sekitar 2 extra bed didalam kamar. Yang saya suka, karena interior kamar ini didominasi dengan warna putih, semua bagian pun jadi terlihat bersih. Memang, saya lebih suka dekorasi dan interior yang sederhana namun terlihat bersih, karena menurut saya lebih terkesan homie dan nyaman.

 My favorite morning view from my room, swimming pool! Yay!

Selain fasilitas didalam kamar, kalau kamu menginap disini juga bisa sepuasnya memakai fasilitas kolam renang yang terdapat ditengah-tengah bangunan hotel yang kolamnya cukup besar. Sayangnya selama saya menginap disini, Ubud selalu diguyur hujan jadi saya tidak sempat untuk menikmati fasilitas kesukaan saya ini. Kadang berhenti hujan hanya beberapa menit saja, dan itupun saya hanya bisa mengambil foto diluar kamar. Tapi saya bersyukur, selama di Ubud diberi hujan karena hujan dan Ubud adalah perpaduan yang pas hihi, Ubud itu tempat yang cocok untuk malas-malasan dan berleha-leha, coba dibayangkan apalagi ditambah hujan, semakin malaslah saya disana haha

Oh ya, Ubad Retreat juga kadang-kadang mengadakan cooking class diarea kolam renang, tapi cooking class ini hanya diadakan kalau ada tamu yang berminat saja, dan jangan salah karena cooking class disini juga sering diadakan dan cukup terkenal di Ubud. Nah, kalau di Ubad Retreat ini kebanyakan dan seringnya wisatawan asing yang menginap. Saya nanya langsung ke pemilik hotel, dia bilang bahwa wisatawan asing bisa lama kalau menginap disini, bisa disebut long stay. Kebetulan waktu saya menginap disana pun, ada sepasang wisatawan asal Perancis yang repeat order untuk menginap di hotel ini dan mereka menginap lebih dari 2 minggu.

Di Ubad Retreat juga ada restorannya loh. Saya gak perlu ribet untuk makan malam diluar hotel waktu itu, apalagi pas hujan deras dan sudah malam karena Ubud agak sepi kalau malam hari. Tapi saya bisa makan di hotel saja, makanannya pun enak-enak kok. Harganya juga cukup terjangkau, saya waktu itu sempat coba makan Chicken Rosemary yang menjadi menu favorit direstoran hotel ini, rasanya enak banget dan sepertinya ditambah sedikit wine jadi rasanya semakin enak. Untuk sarapan juga kamu bisa menikmati menu-menu andalan dari Ubad Retreat, menu yang diberikannya ala carte, jadi kamu bisa memilih makanan yang kamu suka. 
Saya juga sempat ditawari makan singkong yang dicampur dengan gula merah, tapi sayangnya saya lupa namanya. Kata Pak Widi, singkong ini asli diambil dari tanaman yang mereka tanam sendiri di halaman hotel. Memang, hotel ini ditumbuhi banyak tanaman yang asli bisa kita ambil dan konsumsi, makanya menginap disini segar dan asri sekali.
Ubad Retreat juga memberikan fasilitas gratis antar jemput ke pusat kota Ubud. Biasanya tamu bisa didrop di Monkey Forest dan Pasar Seni Ubud, jadwalnya pun cukup fleksibel.
Kunjungi tulisan saya tentang 7 Things To Do in Ubud untuk menambah referensi kamu selama di Ubud 😀
Ubad Retreat 
Banjar Jukutpaku, Singakerta, Ubud, Bali
Ph : 0361 8987640
E : ubad@ubadretreat.com

Rate : Rp.550,000 nett – Rp.750,000 nett/malam (booking dapat melalui email dan website).

 

Related Posts

Leave a Reply