Warisan Negaraku; Yogyakarta!

Jogjakarta menjadi salah satu warisan yang dimiliki oleh negaraku, Indonesia. Warisan berharga yang banyak menarik pelancong dari seluruh dunia demi melihat ragam kebudayaan, mencicipi makanan lezat, mengunjungi situs bersejarah dan berbincang dengan warga lokal yang murah senyum.

Gak tau keberapa kalinya saya mengunjungi kota ini. Ya, Jogjakarta mungkin memang sudah tidak asing lagi ditelinga kalian, terlebih ditelinga saya. Kenapa? Karena semenjak kecil, keluarga saya hobi banget liburan ke Jogja. Tidak bisa dipungkiri kalau kota ini memang cocok untuk siapapun buat dikunjungin, selain Bali, Jogja pun menjadi salah satu destinasi penting dan utama bagi turis-turis dari penjuru dunia yang datang ke Indonesia. Selain letaknya yang mudah dijangkau, living cost-nya pun sangat terjangkau (apalagi untuk backpackers).

Mungkin, tulisan saya kali ini memang mengulas tentang tempat-tempat yang pasti orang-orang pernah mengunjunginya kalau datang ke Jogja, jadi mungkin gak aneh untuk kalian yang suka hal berbeda dalam mengeksplor suatu tempat :).

Ini yang gak bisa dilewatkan oleh orang-orang yang datang ke Jogja, toh? Jalan Malioboro selalu melegenda dan mempunyai antusias tersendiri. Sepertinya gak hanya turis asing atau lokal, tapi orang-orang Jogja-nya pun sendiri senang menghabiskan waktu disepanjang jalan ini. Makan di lesehan, berburu tas kulit ataupun menonton pemusik jalanan semakin menghidupkan gelapnya malam di Malioboro. Btw, yang paling saya suka dijalan ini selain sarapan di depan Pasar Beringharjo, yaitu  berhenti sejenak untuk menikmati suguhan musik khas yang dibawakan oleh musisi jalanan tersebut.
Saya selalu suka dengan suasana disepanjang jalan ini, saya suka atmosfirnya yang gak pernah padam
Ini dia kampung turis yang paling terkenal di Jogja, Sosrowijayan yang terletak di pusat kota (Malioboro) ini menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi, terlebih bagi turis asing. Sosrowijayan ini menawarkan Hotel-hotel dengan harga yang cukup murah (bisa dibilang backpacker area), Hotel-hotel tersebut berada didalam gang-gang jalan yang sempit namun teratur.
Dilihat dari bentuk wilayahnya, sepertinya tempat ini memang didesain oleh pemerintah Jogja untuk dijadikan area bagi para turis, saya selalu senang sih kalau di sebuah kota ada area khusus untuk turis, berarti kota tersebut peduli dengan pariwisatanya. Kisaran harga untuk menginap di Hotel-hotel ini adalah Rp.100.000 sampai Rp.350.000. Gak cuma Hotel, disetiap gang-gang kecil ini pun banyak perpustakaan, toko buku dan warung internet.
 
Sorenya, untuk mencari hiburan yang paling dekat dengan Malioboro (karena saya nginep di Sosrowijayan) adalah pergi ke Alun-alun Selatan, letaknya di belakang Kraton, atau bisa juga sekedar duduk-duduk dipinggir jalan melihat kendaraan yang berlalu lalang. Di Alun-alun Selatan, saya bisa lihat orang-orang yang lagi santai menghabiskan sore harinya ditaman. Gak sedikit juga orang-orang yang mencoba mitos Pohon Kembar yang sangat melegenda itu, meskipun di Jogja sudah modern tapi mitos ini tidak termakan oleh zaman, hebat! Selain itu kerlap-kerlip lampu dari sepeda-sepeda yang mengelilingi taman tersebut juga menambah keindahan di Alun-alun Selatan ini, lagi-lagi saya suka dengan suasananya :).
 
Candi Prambanan adalah Candi yang paling terkenal dan yang paling dekat dengan pusat kota Jogja, jadi mudah untuk menuju kesana meskipun pakai kendaraan umum. Untuk menuju ke Candi Prambanan, kali ini saya sengaja menggunakan Bus Trans Jogja yang menjangkau semua pelosok kota ini. Karena ingin tau gimana rasanya, selain murah, Bus ini bersih dan nyaman (plus AC dan tertib didalamnya), tapi meskipun nyaman dan tertib, tetap harus berhati-hati dengan barang bawaan ya! Nilai plusnya lagi naik atau berhentinya Bus pun teratur pada setiap Halte yang disediakan, gak dipinggir jalan. Saya naik Trans Jogja dari Halte didepan Pasar Beringharjo dan berhenti langsung di depan Candi Prambanan.
Tarif Trans Jogja sekitar Rp.3000
Harga tiket masuk ke Candi Prambanan (kalau gak salah) Rp.25.000-,
Selain bisa jalan kaki didalam komplek Prambanan ini, saya juga mencoba untuk bersepeda mengelilingi semua Candi yang ada. Harga untuk sewa sepeda; sepeda couple Rp.20.000, sepeda single Rp.10.000 dan sepeda lipat Rp.20.000-,
Saya juga sempet lihat Candi-candi yang rusak akibat gempa yang menimpa Jogja pada tahun 2006. Banyak yang dibiarin aja alias gak direnovasi lagi, tapi ada juga sih yang dibangun dan ditata ulang, tapi bekasan Gempa ini sama sekali gak mengurangi keindahan Candi-candi tersebut.
Btw, kalau ke Prambanan jangan lupa untuk pake topi dan kacamata karena panas banget. Diluar komplek Candi, banyak banget warung-warung kecil yang menjual makanan dan minuman, jadi gak usah khawatir kalau kelaperan atau kehausan hehe.

The Beautiful Ones, Prambanan Temple
Sarapan di Jogja adalah sarapan yang paling enak menurut saya. Saya gak bisa bohong kalau menu sarapan ini lebih enak dari menu sarapan di Hotel 😀
Hampir setiap hari selama di Jogja, saya sarapan dengan Nasi Pecel di depan Pasar Beringharjo bersama Ibu-ibu dan Bapak-bapak lainnya yang sama-sama menikmati pagi dengan makanan-makanan enak ini. Harganya emang murah tapi rasanya paraaaah!
Kalau malam, didepan Pasar ini juga jualan Gudeg Jogja yang enak banget dan yang lebih enaknya lagi sekaligus menu favorite saya yaitu Oseng Mercon (daging sapi yang dimasak dengan puluhan cabai rawit). Atau kalau mau lebih khas lagi, bisa juga makan Angkringan/Nasi Kucing yang murah banget harganya, cuma Rp.1500-Rp.3000. Saran aja sih, kalau di Jogja harga makanan emang murah-murah, tapi jangan lihat dari harganya, lihat dari rasanya! Wuhu~
Batik adalah satu dari jutaan aset yang dimiliki Indonesia, harus coba belajar, coba memakainya dan coba menghargainya 🙂
Pada saat jalan-jalan sore sekitar Kraton, saya juga mencoba untuk masuk ke sebuah gang kecil yang ternyata tempat khusus untuk membatik. Disana banyak banget lukisan-lukisan yang dibuat hand made bercorak batik khas Jogja, sekaligus kita juga bisa mencoba langsung cara-cara untuk membatik diatas kain. Agak sulit sih menurut saya, karena butuh waktu yang lama dan berhati-hati untuk melukisnya, mungkin itu semua dibutuhkan bagi orang-orang yang baru mencoba seperti saya kali ya, karena Ibu-ibu yang ngajarin saya disana kelihatan ahli banget dalam soal membatik.
 
Pas hari terakhir saya mengunjungi salah satu situs bersejarah juga di Jogja yaitu Istana Air Taman Sari. Letaknya gak jauh dari Keraton, btw saya juga jalan kaki dari Malioboro (capek sih tapi seru hehe), kalau males bisa juga naik becak untuk menuju kesini. Taman Sari ini adalah tempat rekreasi untuk keluarga Kerajaan pada zaman-nya, umurnya sudah ratusan tahun dan arsitekturnya keren banget karena banyak perpaduan dari negara-negara di Eropa, Jawa, Cina dan lain-lain (nyontek dikit dari Wikipedia ya).
Harga tiket masuknya Rp.5000 sajaaa.

Info :

  • Untuk belanja oleh-oleh (kain Batik, gantungan kunci, Pakaian dan sebagainya) selain bisa di sepanjang jalan Malioboro, bisa juga belanja di Mirota. Mirota adalah sebuah toko yang memiliki kurang lebih 3 lantai yang isinya semua barang khas Jogja, lengkap dan sangat praktis.
  • Untuk makan Gudeg (selain di lesehan Malioboro), bisa juga mengunjungi Gudeg Yu Djum. Gudeg ini  sangat terkenal sekali, mempunyai banyak cabang Resto di Jogja, salah satunya adalah dekat Kampus UGM. Harganya sekitar Rp.30.000-,
  • Jangan lupa juga untuk mengelilingi sekitaran pusat kota Jogja menggunakan Becak. Paling asik pas sore-sore sih, banyak yang bisa dilihat tapi malam juga seru. Becak-becak ini bisa dicari disepanjang Jalan Malioboro, harganya gak mahal kok atau bisa juga naik Delman kalau mau rame-rame.

Selamat berlibur!

Related Posts

Leave a Reply